By | February 2, 2021

“Wisma Pademangan kan dikhususkan untuk OTG dan gejala ringan saja. Jadi, ketentuannya adalah 10 hari dari tanggal swab. Saya menjalani tes swab pada 22 Januari lalu,” jelasnya. dr Fify mengatakan rencananya hotel yang disiapkan untuk isolasi pasien COVID-19 ke depan sebanyak 18 hotel. Politisi PDIP yang kerap disapa Pras tersebut mengatakan, kasus penyebaran virus corona di ibu kota semakin meningkat, dan kasus aktif mingguan Covid-19 Daftar Slot Online Terpercaya 2021 pun kini melonjak. Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkapkan bahwa saat ini keterisian tempat tidur untuk pasien Covid-19 kembali melonjak tajam, yakni melampaui 50 persen. Ahli Epidemiologi Universitas Indonesia Pandu Riono mengatakan hal tersebut bisa saja dilakukan karena setelah dua minggu virus corona Covid-19 sudah tidak aktif dan tidak menular lagi. Misalnya, saya waktu sakit itu memaksakan diri untuk menyetir sendiri ke rumah sakit.

Banyak pasien Covid-19 yang berasal dari satu keluarga besar dirawat di bekas perkampungan atlet Asean Games 2018 tersebut. Beberapa bulan yang lalu, media sosial diramaikan dengan biaya unggahan tagihan rumah sakit dari penanganan pasien Covid-19 yang jumlahnya cukup mencengangkan. Selain itu, dikatakan rumah sakit darurat Wisma Atlet juga mendapatkan pasien dari luar wilayah Jabodetabek seperti Surabaya dan Semarang. Hal ini dibenarkan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Rujukan Kementerian Kesehatan, Rita Rogayah. Menurut Rita, pembiayaan ini berlaku juga untuk pasien isolasi mandiri di hotel yang telah ditetapkan pemerintah.

Kedua, juga tetap melakukan monitoring fasilitas ICU dan berupaya menurunkanbed occupancy ratio. Melihat lonjakan kasus corona ini, membuat Pemerintah Provinsi Jakarta mengambil langkah cepat untuk menambah rumah sakit rujukan pasien Covid-19. Saat ini, sudah sebanyak sixty seven rumah sakit baik daerah atau swasta dan ditambah Wisma Atlit Kemayoran, Jakarta Pusat yang siap menangani pasien corona.

Menginget virus corona ini mudah menyebar melalui udara, hanya mengandalkan protokol kesehatan 3M rasanya tidak cukup. Jangan meminta untuk pulang dan dirawat di rumah saja karena hal itu bisa membahayakan keluarga di rumah. Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran menyiapkan sebanyak 10 ribu tempat tidur pasien jikalau terjadi kenaikan jumlah pasien positif COVID-19. Jakarta, IDN Times- Pasien rawat inap di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat hingga hari ini tercatat mencapai three.626 orang atau sebesar 60,4 persen dari kapasitas tempat tidur yang dimiliki Wisma Atlet.

Untuk itu, ia menjabarkan beberapa kriteria atau syarat pasien COVID-19 yang bisa dirawat di sana. Oleh sebab itu, Pras mengimbau agar seluruh masyarakat dapat menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin, serta Pemprov DKI meningkatkan upaya-upaya pengendalian Covid-19. Sejak sepekan terakhir, jumlah pasien covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, meningkat hampir 4 ribu pasien. Untuk tahap pertama, jumlah kapasitas di Wisma Atlet yang akan disiapkan saat ini sebanyak three.000 orang. Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Corona menyebut secara umum kondisi pasien sakit ringan dan sedang. Tentu, kesediaan swasta untuk ikut membantu pemerintah terutama menyediakan fasilitas tempat tidur bagi pasien OTG patut diapreasiasi.

Fasilitas yang diterima pasien di antaranya obat, vitamin, dan pemeriksaan medis rutin , makan dan minum plus buah-buahan , serta snack dan susu . Ketiga tower tersebut difungsikan untuk menjadi tempat isolasi dan perawatan bagi Pekerja Migran Indonesia yang baru kembali dari luar negeri . Perincannya RSDC Wisma Atlet Kemayoran saat ini diisi 972 orang dari hari sebelumnya masih 1.035 orang. Adapun, tingkat huniannya sampai saat ini 16,21 persen, dari complete kapasitas 5.994 tempat tidur.

Apabila PDP diyakini memiliki riwayat kontak dengan orang yang sudah terkonfirmasi positif, maka ia dinyatakan sebagai pasien suspect. Pasien suspect inilah yang diambil spesimennya kemudian dilakukan pemeriksaan di laboratorium untuk menentukan dia positif atau tidak. Apabila ada yang mengalami gejala seperti corona, seperti demam, batuk, pilek, dan sesak napas, maka ia bisa datang ke RS ini. Mereka yang tidak menunjukkan gejala, tetapi merasa pernah kontak dekat dengan pasien yang dinyatakan positif corona (Covid-19), bisa juga ke RS ini. Kegiatan Pasien OTG saat menjalani isolasi di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta PusatSebelumnya, petugas Puskesmas sudah meminta knowledge diri, hasil swab, foto KTP dan foto BPJS Kesehatan.

Wisma atlit gratis bagi penderita covid

“Mudah-mudahan tidak bertambah kasusnya, tapi kami sudah menyiapkan rumah sakit rujukan dari SK Kemenkes dan SK Gubernur,” jelas dr. Rita. “Apabila kapasitas kurang khususnya Jakarta, akan ada lodge bintang 2 dan 3 yang digunakan isolasi mandiri dan dibiayai pemerintah,” tutup Wiku. Mengantisipasi peningkatan jumlah pasien Covid-19 setelah arus balik Lebaran, Wisma Atlet Kemayoran telah menyiapkan maksimal 10 ribu tempat tidur. Diperkirakan akan terjadi lonjakan kasus penularan virus corona usai Lebaran karena ribuan orang mudik ke kampung halaman. Setelah hasil PCR keluar dan dinyatakan positif Covid-19 maka pasien harus menjalani masa karantina dan rawat inap di RS yang mana menambah biaya perawatan dan pengobatan. Selain itu, pihak Wisma Pademangan menyusun jadwal cukup ketat untuk dilaksanakan setiap pasien yang menjalani isolasi mandiri.

“Kemenparekraf menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar untuk menyiapkan akomodasi setara resort bintang 3, termasuk fasilitas makan, minum, dan laundry setiap harinya bagi pasien COVID-19,” tutur dia. Dengan asumsi setiap lantai berisi 30 pasien, berarti setiap dokter di Wisma Atlet harus menangani 90 orang. Setiap lantai Wisma Atlet yang rata-rata berisi 30 unit flat tipe 36 ditangani dua perawat yang bertugas secara bergantian selama delapan jam dalam sehari. Adapun, pasien Covid-19 dari repatriasi juga terdapat di sejumlah resort di Jakarta yang jumlahnya mencapai 2.664 orang. Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian menyebutkan bahwa dari complete pasien yang dirawat di RSDC Wisma Atlet Untuk Tower four, 5, 6, dan 7, diisi 470 orang pria, dan 502 wanita.